RSS

Edit GRUB

20 Jun
Grub adalah suatu bootloader Linux yang paling sering dipakai saat ini. Dimana penggunaannya lebih dinamis dan merupakan yang paling mudah dibetulkan dibanding bootloader lain seperti lilo.

Tutorial ini berisi :

  1. Konfigurasi Standar Grub
  2. Memberi Password di grub
  3. Memproteksi grub
  4. Mengembalikan grub yang hilang
  5. Mengganti Splash Image

Konfigurasi Grub

Berikut adalah konfigurasi yang ada di dalam grub. File konfigurasi yang digunakan bisa di /etc/grub.conf atau /boot/grub/menu.lst :

# Pilihan dari operating system yang dipilih pertama kali, dimulai dari angka 0, dan ketika melebihi dari yang akhir maka akan kembali lagi ke awal
default         0

# Lama dari suatu grub mulai  melakukan booting dengan satuan dengan detik
timeout         10

# Konfigurasi yang membuat pilihan pada grub menjadi tidak terlihat dan hanya menuju ke OS yang dipilih sebagai default
hiddenmenu

# Konfigurasi dari warna yang digunakan untuk background dan tulisan pada menu grub
color cyan/blue white/blue

# Pada title berisi nama dari OS yang akan dipilih untuk hal ini anda dapat menulis terserah anda
title           Ubuntu, kernel 2.6.17-10-generic

# Pada bagian ini menunjukkan partisi letak dari partisi /boot dimulai dari 0, sehingga hd0,6 berarti pada harddisk pertama di partisi ke 7
root            (hd0,6)

# Pada bagian menunjukkan lokasi dari kernel linux, yaitu /boot/vmlinuz-2.6.17-10-generic sedangkan root=/dev/hda7 menunjukkan lokasi partisi root file system, ro menunjukkan bahwa partisi dibuat dalam keadaan read only.
kernel          /boot/vmlinuz-2.6.17-10-generic root=/dev/hda7 ro quiet splash

# ini adalah image dari
initrd           /boot/initrd.img-2.6.17-10-generic

# Ini adalah pengaturan Grub untuk Windows, karena boot loader windows diletakkan pada Master Boot Record maka diarahkan ke partisi pertama harddisk pertama.
title           Microsoft Windows XP Professional
root            (hd0,0)
chainloader     +1
Mengembalikan Grub yang Rusak

Memberikan Password pada Grub

Agar memproteksi boot ke OS anda dapat memberikan password pada grub. Untuk pemberian password anda bisa tambahkan :
password  [password]
contoh :
password katakunci

Ada beberapa cara peletakkan password dimana berdasarkan letaknya memberikan efek yang berbeda, yaitu :

  1. Diletakkan sebelum title, sebagai contoh :
    ……..
    default 0
    timeout 10
    password katarahasia
    title Mandriva 2006
    ………………
    Hal ini akan menyebabkan menu tidak dapat diubah pada waktu grub ditampilkan. Apabila ingin mengubah menu dengan menekan “e” atau “c” maka pengguna harus menekan tombol “p” terlebih dahulu dan memasukkan password. Tetapi apabila kita ingin booting maka tidak ada masalah, grub tidak akan meminta password.
  2. Diletakkan di dalam atau di bawah title dari pilihan OS, sebagai contoh :
    …………………..
    timeout 10
    title Mandriva 2006
    password katarahasia
    root (hd0,4)
    kernel /boot/vmlinuz ro root=/dev/hda5
    ………………..
    Efek dari pemberian password dengan cara ini ketika anda memilih OS dari “Mandriva 2006” maka akan diminta password agar anda dapat boot ke partisi ini.
  3. Diletakkan di luar tetapi memberikan ditambahkan kata “lock” di bawah, contohnya :
    ……..
    default 0
    timeout 10
    password katarahasia
    title Mandriva 2006
    lock
    root (hd0,4)
    kernel /boot/vmlinuz ro root=/dev/hda5
    ……………….
    Efek dari cara ini akan menyebabkan hal yang sama seperti no. 1 tetapi ketika anda memilih OS “Mandriva 2006” anda tidak akan bisa booting dan anda akan diarahkan ke menu awal dari grub. Baru akan bisa booting apabila anda memasukkan password pada menu awal dengan menekan tombol “p”.
  4. Diletakkan sebelum dan sesudah bagian title, seperti di bawah ……..
    default 0
    timeout 10
    password katarahasia
    title Mandriva 2006
    password katakunci
    root (hd0,4)
    kernel /boot/vmlinuz ro root=/dev/hda5
    ……………….
    Efek dari cara ini akan menyebabkan hal yang sama seperti no. 1 dan no.2 dan kelebihan dengan cara ini antara password menu dan password dari OS berbeda.

Mengenkripsi Password Grub

Enkripsi adalah suatu cara untuk mengamankan suatu informasi dengan mengacak isi informasi di dalamnya. Dalam hal ini informasinya adalah password. Dan enkripsi digunakan untuk melindungi password dari user yang bisa membaca isi dari file konfigurasi grub anda. Untuk mengenkripsi password pada grub anda dapat menggunakan sistem autentifikasi dengan md5, caranya :
  1. Ketikan perintah  :
    # grub-md5-crypt
    Maka anda diminta menuliskan sebuah password, anda masukkan,maka akan muncul hasil dari password yang anda tulis tetapi dalam bentuk terenkripsi.
    Sebagai contoh saya berikan password = “password”, maka hasilnya $1$g/4Co1$BKYVA4Zufohc1ci3n64Fb0
  2. Kemudian buka file konfigurasi grub di /boot/grub/menu.lst dan ganti password yang belum terenkripsi dengan :
    password –md5 $1$g/4Co1$BKYVA4Zufohc1ci3n64Fb0
  3. Sekarang anda bisa restart komputer anda.

Mengembalikan Grub yang Rusak

Terkadang ketika mengoprek PC atau Linux terkadang menyebabkan grub yang kita pakai menjadi rusak. Hal itu bisa disebabkan karena, berbagai hal berikut :
  1. Menginstall OS Windows atau Linux yang akibatnya Grubnya terhapus dan diganti dengan yang baru.
  2. Partisi Linux yang hilang hal ini menyebabkan menu grub tidak mau muncul. Hal ini diakibatkan grub dalam menampilkan menunya membutuhkan konfigurasi yang ada di /boot/grub/menu.lst . Biasanya yang seperti ini akan muncul seperti ini : grub >
  3. Salah memilih harddisk yang di boot atau salah menginstall letak dari grub, hal ini terjadi ketika user memiliki harddisk lebih dari satu. Dan salah satu harddisknya tidak memiliki boot loader

Untuk nomor 2 dan 3 tampaknya tidak usah dibahas, karena bisa dikembalikan dengan mudah. Kalau partisinya terhapus tentu akan mudah dengan menginstall baru lagi, sedangkan apabila hanya pindah lokasi partisinya bisa dicoba satu-satu dari grub > dengan menuliskan yang di bawah title tentunya dengan partisi root diarahkan ke yang baru. Sedangkan untuk masalah akibat no. 1 kalau anda gunakan Mandriva/SuSE/Xandros maka distro-distro ini telah menyediakan aplikasi untuk pengembalian grub kalau anda boot dari CD satu.

Bagi distro lain yang bisa gunakan cara di bawah :

  1. Booting dari Live CD atau masuk dari Linux lain yang ada di komputer anda.
  2. Masuk ke mode text atau dari terminal, dan login sebagai root.
  3. Cari lokasi dari partition root dari Linux yang grubnya rusak, gunakan perintah :
    # fdisk -l
  4. Kemudian mount partisi tersebut ke dalam suatu direktori, misalkan partisi root ada di /dev/hda5, maka :
    # mkdir /mnt/linux
    # mount /dev/hda5 /mnt/linux
  5. Ubah root partition tempat anda bekerja ke partisi root dari Linux yang memiliki grub tersebut. Gunakan perintah :
    # chroot /mnt/linux
    Kalau anda perhatikan /mnt/linux merupakan direktori dari tempat memount /dev/hda5 maka anda sekarang bekerja pada hda5.
  6. Sekarang install grub anda kembali ke dalam harddisk anda, dengan perintah :
    # grub-install /dev/hda
    Perintah ini akan menginstall di MBR harddisk hda.

Troubleshooting :

  1. Bila di chroot /mnt/linux tidak bisa (diakibatkan tidak bisa menemukan /bin/bash, sampai saat ini belum ditemukan caranya.
  2. Bila instalasi grub tidak bisa akibat /proc/partitions tidak ada, maka diakibatkan /proc belum termount, maka anda dapat lakukan :
    # mount -o proc proc /proc
  3. Bila instalasi grub tidak bisa akibat /dev/hda tidak ditemukan, maka program udev/devfs tidak berjalan semestinya sehingga isi dari /dev, yaitu lokasi dari file-file device kosong, anda dapat membuat file-file device tersebut dengan :
    # MAKEDEV /dev/hd
    atau
    # makedev /dev/hd
    Kalau cara ini tidak bisa juga atau program tidak diketemukan, maka anda bisa membuat file device secara manual, yaitu dengan :
    # mknod [nama_device] [type_device] [major_number] [minor_number] atau
    # mknod hda b 3 0
    catatan :
    – type_device = adalah b yang berarti block device, yang biasanya menandakan device yang memiliki kapasitas. Sedangkan c adalah character device.
    – major_number = 3 yang menunjukkan bahwa device yang dibuat adalah device IDE sedangkan kalau SCSI atau flashdisk menggunakan 8.
    – minor_number = 0 yang menunjukkan bahwa device yang dimaksud adalah keseluruhan harddisk bukan partisi, partisi ditandai dengan nomor misal partisi kedua maka minor number adalah 2.
    – Jangan lupa untuk membuat device untuk hda5 juga, yaitu dengan :
    # mknod hda5 b 3 5
  4. Pada waktu mount partisi menolak. Hal ini dikarenakan partisi linux yang mengalami error. Anda dapat gunakan perintah scan harddisk, yaitu dengan :
    # fsck /dev/hda5

Membuat Splash Image Grub

Splashimage grub adalah gambar background pada menu grub. Tentunya dengan gambar ini menu grub akan menjadi lebih menarik. Untuk beberapa distro Linux splashimage ini sudah ada dari pembuat distronya, namun terkadang beberapa distro hanya membiarkan hitam saja menu tersebut. Dengan membuat splashimage selain sedikit mengganti suasana tetapi juga kepuasan dalam selera kita masing-masing.

Beberapa hal yang dibutuhkan :

  1. Program Editor Gambar, dalam hal ini saya sarankan anda gunakan gimp. Memang saya juga baru menggunakannya di program ini. saya menggunakan gimp 2.2.13.
  2. gzip, adalah sebuah kompresi, program ini harus sudah terinstall.
  3. grub, tentunya grub juga harus terinstall.
  4. Gambar dengan resolusi perbandingan 4:3 (horizontal:vertikal) dengan resolusi minimal 640×480. Sebaiknya anda memilih gambar yang memiliki warna-warna yang tidak terlalu bervariasi, hampir sama dan tanpa gradasi.

Langkah-langkahnya :

  1. Buka gambar anda dengan gimp.
  2. Ubah resolusi gambar anda menjadi 640×480 dengan cara :
    • Klik kanan pada gambar, pilih image -> Scale Image
    • Tuliskan resolusi baru gambar anda, saya sarankan apabila resolusi gambar anda tidak 4:3 anda pilih bagian yang lebih pendek dan sesuaikan dengan resolusi 640×480. Misalkan image anda resolusinya 1190×791 maka apabila dikecilkan jadi 640×425, karena vertikal lebih pendek maka yang disesuaikan adalah yang vertikal menjadi 722×480. Kemudian panjang horizontal sisanya bisa di crop.
  3. Ubah gambar anda menjadi 14 color dengan cara :
    • Klik kanan pilih Image -> Mode -> Indexed
    • Pada Maximum Number of Colors diisi 14
  4. Save gambar anda dalam format .xpm
  5. Copy gambar anda ke /boot/grub/splashimage, kalau belum ada anda bisa buat direktori tersebut sendiri.
  6. Kompres gambar anda tadi dengan gzip, maka gambar akan berextention .xpm.gz  gunakan perintah :
    • # gzip /boot/grub/splashimage/image.xpm
  7. Tambahkan baris di bawah pada /boot/grub/menu.lst di atas title pertama. Dengan asumsi partisi tempat direktori /boot di /dev/hda5 Isinya :
    • splashimage=(hd0,4)/boot/grub/splashimage/image.xpm.gz
  8. Sekarang coba anda restart komputer anda dan lihat hasilnya. Pada grub bila diubah tidak perlu diinstall ulang jadi anda cukup mengganti file konfigurasinya
 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2012 in Ubuntu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: